perdagangan internasional

Pengertian dan manfaat perdagangan internasional
sektor luar negri merupakan salah satu sektor pengguna barang dan jasa. Caranya adalah sebuah negara mengekspor barang dn jasa yang dihasilkannya. sebaliknya, negara tersebut menerima devisa yang berasal dari ekspor barang dan jasa tadi untuk mengimpor barang dan jasa dari negara lain. lalu lintas barang dan jasa dari luar negri disebut perdagangaan internasional, yaitu perdagangan antar bangsa. suatu negara yang melakukan hubungan perdagangan dengan negara lain dikatakan menganut perekonomian terbuka, sedangkan negara yang tidak melakukan hubungan perdagangan dengan negara lainmerupakn penganut perekonomian tertutup.
            saat ini, boleh dikatakan bahwa tidak ada lagi negara ynag memiliki perekonomian tertutup. dengan perkembangan peradaban dunia dan perkembangan pertumbuhan manusia yang dilandasi dengan usaha efisien, banyak negara melakukan perdagangan internasional. Tetapi apabila dirasakn terlalu tinggi biaya untuk menghasilkannya, lebih baik negara tersebut mendatangkannya dari luar negeri. negara tersebut lebih baik memproduksi barang dan jasa yang lebih murah biaya produksinya. Dengan cara ini timbul kegiatan spesilisasi bnyak negara sedang berkembang yang menghasilkan barang-barang produksi primer seperti pertanian dan pertambangan kemudian mengekspor dari luar negeri. Sebaliknya negara tersebut mengimpor barang-barang industri olahan seperti sepatu , telepon genggam (handphone), tekstil, alat-alat elektronika, mobil dan sebagainya yang relatif mahal bila dihasilkan sendiri didalam negeri.
            tinggi rendahnya biaya produksi biasanya sangat dipengaruhi oleh tersedianya faktor produksi seperti :
§    modal
§    tenaga kerja
§    sumber daya alam
§    dan teknologi
jadi dengan dengan adanya peredagangan internasional, masing-masing negara yang mengadakan perdangan akan saling mendapatkan manfaat atau keuntungan. Bentuk keuntungan itu berupa tersedianya barang dan jasa dengan harga yang relatif lebih murah dan kualitasnya juga lebih baik dari pada bila seluruhnya dihasilkan sendiri.
            berdasakan uraian diatas dapat kita disimpulkan bahwa manfaat perdagangan internasional adalah :
1.       memperoleh barang yang tidak dapat diperoleh di dalam negeri.
2.      Memperluas keuntungan dari spesilisasi.
3.      Memperluas pasar industri dalam negeri.
4.      Mempercepat ahli teknologi.
teori dan faktor-faktor pendorong perdagangan internasional.
1.teori keuntungan komparatif dan biaya komparatif.
a. keuntungan komparatif
teori dasar mengenai terjadinya perdagangan internasional dikemukakan oleh teori keuntungan komparatif. Misalnya, indonesia dengan jumlah tenaga kerja tertentu mampu menghasilkan 5 buah radio atau 100 meter tekstil per hari. Dengan demikian nilai (satu) buah radio di indonesia adalah 20 meter tekstil per hari. Kalau dibangladesh dengan tenaga kerja yang sama mampu menghasilkan 10 radio atau 50 meter tekstil. Berarti bahwa satu radio dibangladesh bernilai 5 tekstil. Kondisi seperti ini bisa menimbulkan perdagangan antara indnesia dengan bangladesh karena radio lebih mahal di indonesia.
 b. biaya komparatif
dalam teori komparatif, yang menjadi pedoman adalah berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang. misalnya, indonesia selain menghasilkan kopi juga menghasilkan sepeda, dengan biaya masing-masing 5 US untuk 1 kg kopi dan 100 US untuk sebuah sepeda. India menghasilkan kopi dengan biaya 4 US per kg kopi dan sebuah sepeda 40 US. Dengan demikian biaya untuk menghasilakan kopi dibanding sepeda adalah 1 per 20 di indonesia dan 1 per 10 di india.
2. faktor penentu impor
a. tingkat pendapatan
seperti telah dipelajari pada meteri sebelumnya bahwa impor suatu negara dipengaruhi oleh tinggi-rendahnya pendapatan nasional suatu negara tersebut. apabila terdapat kenaikan pendapatan nasional maka permintaan agregat barang dan jasa dari dalam negeri maupun luar negeri meningkat.
b. harga relatif
impor suatu negara dipengaruhi juga oleh perbandingan barang jasa (harga relatif) antara produk dan jasa dalam negeri dengan barang dan jasa luar negeri. produsen dan konsumen selalu berusaha untuk membeli produk dan jasa yang relatif murah harganya.
3. faktor penentu ekspor
ekspor merupakan kebalikan dari impor sehingga fktor-faktor yang memengaruhi ekspor sesungguhnya sama dengan faktor yang memenagruhi impor. Faktor pendapatan nasional negara lain memengaruhi volume ekspor negara indonesia. dengan menigkatnya pendapatan dunia, volume ekspor indonesia akan meningkat, bila faktor-faktor lain tetap (ceteris paribus).
kurs valuta asing dan neraca pembayaran
1.valuta asing
a. penentuan kurs valuta asing
kurs valuta asing atau yang sering disebut sebagai kurs devisa adalah nilai rupiah yang dinyatakan dalam nilai mata uang asing atau sebaliknya. Jadi kurs adalah nilai tukar uang dari kurs devisa atau nilai tukar antara US dan rupiah adalah US1=Rp10.000,-. Tanpa ada campur uang tertentu dipasar valuta asing.
menurut teori paratis tenaga beli (purchasing power parity), harga suatu barang yang dierdagangkan dipasar internasional akan sama tingginya bila dinyatakan dalam mata uang yang sama setelah diperitingkan biaya transpor dan pungutan impor (tarif).
b. jenis kebijakan kurs valuta asing
1. kurs valuta tetap (fixed exchange rates) : kurs atau nilai tukar yang ditetapkan oleh pemerintah pada suatu tingkat tertentu dan hanya dapat diubah dengan keputusan pemerintah. Hal ini tidak berarti bahwa kurs yang ditetapkan itu selalu sama dengan kurs yang terjadi karna kekuatan pemerintah dan penawaran.
2.kurs valuta mengambang : Sebagai alternatif dari sistem kurs valuta tetap adalah sistem kurs yang mengambang (floating exchange rate). Dalam sistem kurs valuta mengambang, pemerintah tidak perlu campur-tangan dalam pasar valuta asing. Kurs valuta asng ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran valuta asing.
c.
kebijakan-kebijakann dalam perdagangan internasional
1.       tarif atau bea masuk
tarif merupakan bentuk dari rintangan dalam perdagangan internasional (trade barrier). Tarif adalah pungutan yang dikenakan oleh pemerintah terhadap barang-barang yang melampaui batas-batas pabean, baik barng itu diimpor maupun diekspor. Namun tidak semua barang dikenai tarif. Seperti halnya dengan pajak, tarif mrmilik peranan ganda, yaitu sebagai sumber penerimaan negara dan sebagai alat untuk mengatur.
2.      kuota
peelindungan lainnya adalah apa yang disebut kuota. Kuota adalah pembatasan secara fisik, baik untuk barang yang diekspor maupun barang yang diimpor. Pembatasan fisik untuk barang yang diekspor seperti kopi ditentukan oleh persatuan negara-negara penghasil kopi dunia agar harga koopi tidak terlalu merosot. Demikian pula halnya dengan produksi minyak mentah dari negara-negara anggota produksi minyak (OPEC) dibatasi untuk menjaga agar harga minyak tidak telalu rendah.
3.      larangan ekspor
larangan ekspor dalam perdagangan internasional sebenarnya jarang sekali diterapkan. Larangan ekspor ini biasanya hanya diterapkan hanya untuk komoditas tertentu yang masih berupa bahan dasar, seperti kayu bulat, rotsn dan minyak sawit.
4.      larangan impor
larangan impor merupakan kebijakan perdagangan internasional yang melarang secara mutlak impor komoditas tertentu. Adanya larangan impor dapat mendorong produsen dalam negeri untuk menigkatkan produksinya, namun larangan impor ini juga dapat berdampak pada naiknya harga didalam negeri.
5.      Subsidi
Subsidi merupakan kebijakan pemerintah untuk memberikan perlindungan atau bantuan kepada industri dalam negri dalam bentuk modal, mesin-mesin, peralatan, keringanan pajak, fasilitas kredit dan subsidi harga dengan tujuan menambah produksi dalam negeri, mempertahankan umlah konsumsi dalam negeri, dan menjual produk dengan harga lebih murah daripada produk impor.
6.      Premi
Premi adalah kebijakan dana dalam bentuk uang kepada produsen yang berhasil mencapai target produksi yang ditentukan oleh pemerintah. Tujuan kebijakan premi ini adalah agar harga jual lebih murah sehingga terjangkau oleh masyarakat dan pada akhirnya akan meningkatkan produksi karna permintaan banyak.
7.      Diskriminasi harga
merupakan kebijakan penetapan hraga jual yang berbeda pada dua pasar atau lebih terhadap brang yang sama. tujuannya untuk mengadakan pengawasan terhadap harga jual dan harga beli sehingga dapat diketahui elastisitaspermintaan dan memaksimalkan keuntungan.
8.      Dumping
merupakan kebijakan perdagangan internasional yang diterapkan untuk membedakan harag dipasar dalam negeri dan dipasar luar negeri dengan tujuan untuk menguasai pasar luar negeri.
Devisa
1.       Pengertian devisa
Dalam kegiatan internasional digunakan alat pembayaran internasional berupa devisa, yaitu mta uang yang bisa diterima oleh dunia internasional.
2.      Fungsi devisa
·         Sebagai alat tukar internasional
·         Sebagai alat pengukur nilai perekonomian
·         Alat menimbun kekayaan
3.      Sumber-sumber devisa
·         Ekspor : pengiriman barang dari suatu negara ke negara lain untuk dijual atau diperdagangkan.
·         Hibah : bantuan atau pemberian dana dari negara lain untuk membiayai berbagai kegiatan pembanguna diindonesia.
·         Utang luar negri :untuk membiayai pengeluaran pemerintah, indonesia masih menggunakan utang luar negeri untuk pelengkap.
·         bunga atau pendapatan dari investasi : warga negara indonesia yang mempunyai investasi, tabungan ataunperusahaan diluar negeri tentukan pendapat devisa jiak perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan.