makalah sosisologi


MAKALAH
SOSIOLOGI







DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Judul
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan penulisan
1.4 Metode penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pokok pembahasan
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 saran
Lampiran I
Biodata mahasiswa
Lampiran II
Daftar pusaka





i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, karena hanya dengan rahmat dan karunia-Nya, maka kelompok kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah sosiologi dan politik  ini dengan baik.Penulisan artikel ini kami buat untuk memenuhi syarat penilaian tugas mata kuliah sosiologi dan politik,artikel ini dibuat berdasarkan sumber yang ada dan berdasarkan dengan keadaan social dan politik di zaman sekarang.
Akhir kata kami mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pembuatan artikel ini dan kami ucapkan banyak terima kasih














ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Judul
Proses sosial dan interaksi sosial
1.2  Rumusan masalah
Rumusan makalah pada penulisan ini adalah :
1.    Pengertian proses sosial
2.    Interaksi sosial
3.    Bentuk-bentuk interaksi sosial
1.3 Tujuan penulisan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas kelompok sosiologi politik serta untuk wawasan dan ilmu kami tentang pengaruh interaksi sosial, proses sosial dan bentuk-bentuk interaksi sosial.
1.4  Metode penulisan
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai buku dan browsing di internet.







1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 POKOK BAHASAN
1. Proses sosial
Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbale-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh-mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dst.
Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interkasi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama.

Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial(yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi anatara kelompo tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya

Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat. Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak

2
2. Interaksi sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs individu. Individu vs kelompok. Kelompok vs kelompok dll. Contoh guru mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan Komunikasi Sosial.
Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder. Sedangkan komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi sosial secara langsung apabila tanpa melalui perantara. Misalnya A dan B bercakap-cakap termasuk contoh Interaksi sosial secara langsung. Sedangkan kalau A titip salam ke C lewat B dan B meneruskan kembali ke A, ini termasuk contoh interaksi sosial tidak langsung.
Faktor-faktor yang mendasari proses terbentuknya interaksi sosial adalah :
1. Imitasi yaitu proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain, baik sikap penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa-apa yang dimilikinya. Imitasi pertama kali muncul di lungkungan keluarga, kemudian lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat.
2. Indentifikasi adalah upaya yang dilakukan oleh seorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya. Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui serangkain proses peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiwaaan yang sangat mendalam.
3. Sugesti adalah rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan sesorang individu kepad individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional.
4. Motivasi yaitu rangsangan pengaruh, stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti tau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh rasa tanggung jawab . Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa, misalnya dari seorang ayah kepada anak, seorang guru kepada siswa.
3
5. Simpati adalah proses kejiwaan , dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau kelompok orang, karena sikapnya, penampilannya, wibawanya atau perbuatannya yang sedemikian rupa.
6. Empati yaitu mirip dengan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat intens/dalam.
Dua Syarat terjadinya interaksi sosial :
·         Adanya kontak sosial (social contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk.Yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung.
·         Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.
Kata kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum (artinya bersama-sama) dan tango (yang artinya menyentuh). Arti secara hanafiah adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadinya hubungan badaniah. Sebagai gejala seosial itu tidak perlu berarti suatu hubungan badaniah, karena dewasa ini dengan adanya perkembangan teknologi, orang dapat menyentuh berbagai pihak tanpa menyentuhnya. Dapat dikatakan bahwa hubungan badaniah bukanlah syarat untuk terjadinya suatu kontak.
3.Bentuk-bentuk interaksi sosial
Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian, namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang dinamakan akomodasi. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial.
4
 Keempat bentuk poko dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas, di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian .
Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka, ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial :
Proses asosiatif mempunyai bentuk bentuk antara lain :
Kerja Sama (Cooperation)
Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya, keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik.
Akomodasi (Accomodation)
Istilah Akomodasi dipergunakan dalam dua arti : menujukk pada suatu keadaan dan yntuk menujuk pada suatu proses. Akomodasi menunjuk pada keadaan, adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan.
Bentuk-bentuk Akomodasi
Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan
Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri
5
Asimilasi (Assimilation)
Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
Proses Asimilasi timbul bila ada :
Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya
orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga
kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri
Faktor faktor yang menjadi penghalang nya asimilasi adalah :
·         Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat
·         Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang di hadapi .
·           Adanya perasaan takut terhadap kekuatan ssuatu kebudayaan yang di hadapi .
·          Adanya perasaan bahwa suatu kebudayaan lebih kuat .
·           Adanya perbedaan warna kulit .
·          Adanya in group feeling yang kuat .
·          Adanya gangguan golongan minoritas .
·           Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan pertentangan pribadi .
Akultursi : merupakan suatu proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusiadengan suatu kebudayaan tertentu diharapkan dgn unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun dan dapat diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan itu sendiri.

6
-Interaksi sosial yang bersifat disosiatif
Proses disosiatif di bagi menjadi tiga antara lain :
1.      Persaingan
Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
Bentuk-bentuk persaingan :
a. Persaingan ekonomi
b. Persaingan kebudayaan
c .Persaingan kedudukan dan peranan
d. Persaingan ras.
2.       Kontraversi (contravertion)
Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.
Kontraversi mempunyai 5 bentuk berikut :
·         Umum : penolakan , keengganan , perlawanan , protes
·          Sederhana : menyangkal pernyatan orang dimuka umum .
·          Intensif : penghasutan / menyebarkan desas desus .
·           Rahasia : mengumumkan rahasia lawan / berkhianat .
·          Taktis : mengejutkan lawan , membingungkan pihak lawan .


7
3.       Pertentangan atau konflik (conflic)
Suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang phak lawan .Konflik terjadi akibat adanya perbedaan pendapat , perasaan individu , kebudaayaan , kepentingan dll .
Pertentangan mempunyai bentuk bentuk khusus diantaranya :
1.    Pertentangan pribadi
Ada individu individu yang sejak pertama kali mereka berkenalan sudah tidak saling menyukai .
2.     Pertentangan rasial
Sumber pertentangan tidak hanya terletak pada perbedaan ciri ciri fisik , tetapi juga oleh kepentingan kebudayaan .
3.     Pertentangan antar kelas sosial
Terjadi karena adanya perbedaan kepentingan .
4.    Pertentangan polotik
Biasanya menyangkut antar golongan dalam masyarakat  juga antar negara negara berdaulat
5.    Pertentangan yang bersifat internasional
Disebabkan oleh kepentinagan yang lebih luas serta menyangkut kepentingan nasional dan kedaulatan masing masing negara .



8
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

3.2. SARAN
Dalam kehidupan manusia di dunia ini tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat, maka kita sebagai manusia yang hidup bermasyarakan harus menyadari bahwa kita hidup tidak mungkin sendirian.
Untuk itu marilah kita menjadi warga masyarakat yang baik dengan berinteraksi antar individu dengan individu lain, antar individu dengan kelompok, bahkan kelompok dengan kelompok agar terjalin persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat.









9
LAMPIRAN I
BIODATA MAHASISWA
1.    NAMA                        : DANY FITRIANSYAH (KETUA KELOMPOK)
KELAS           :  1EB21
NPM               :  21210692
EMAIL            :
2.    NAMA                        :  FERIYAL NOVIANTI (BENDAHARA KELOMPOK)
KELAS           :  1EB21
NPM               :  22210741
EMAIL            : VHERIYALL_DODOLL@YAHOO.COM
3.    NAMA                        :  KARYUDHA (ANGGOTA)
KELAS           :  1EB21
NPM               :  23210852
EMAIL            :
4.    NAMA                        :  MARSELLIN NAIBAHO (ANGGOTA)
KELAS           :  1EB21
NPM               :  28210966
EMAIL            :
5.    NAMA                        :  MIRANTI PERMATASARI (ANGGOTA)
KELAS           :  1EB21
NPM               :  24210416
EMAIL            :
6.    NAMA                        :  PRISKHA RIZKY AMALINDA (SEKRETARIS KELOMPOK)
KELAS           :  1EB21
NPM               :  25210397
EMAIL            :
7.    NAMA                        :  WINDA RAHAYU (ANGGOTA)
KELAS           :   1EB21
NPM               :   28210530
EMAIL            :

10
LAMPIRAN II
DAFTAR PUSTAKA
Murdiyatmoko, janu (2009) : Sosiologi memahami dan mengkaji masyarakat. Bandung : Grafindo media pratama
Effendi, Ridwan dan Elly Malihah. (2007) . Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung : Yasindo Multi Aspek
Hermawan, Ruswandi dan Kanda Rukandi. (2007). Perspektif Sosial Budaya. Bandung: UPI PRESS
Hermawan, Ruswandi dkk. (2006) . perkembangan masyarakat dan Budaya. Bandung : UPI PRESS
Kuswanto dan Bambang Siswanto. (2003). Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai
Dr. Duddy Mulyawan’s Site
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/10/humaniora/3522042.htm









11